1.    Konsep Dasar Geografi
1.      Penghargaan atau pandangan budaya atas bumi
Manusia pada masa yang berbeda-beda dalam sejarah menangkap dan menafsir lingkungan alamnya berbeda-beda, menurut negerinya dan menurut pandangan hidupnya. Misalnya pandangan religius dari orang Jawa terhadap laut selatan, pandangannya terhadap hutan Roban (Pekalongan) yang keramat di masa dulu; sekarang hutan tersebut digunduli. Sekarang kemajuan teknologi berjalan mengikuti perubahan pandangan manusia terhadap lingkungan alam sebagai sumber daya. Penanganan manusia atas sumber daya baik eksplorasi dan eksploitasi tergantung dari tingkat pendidikan, kompetensi teknik, semangat kewiraswastaan, ikatan sosial, organisasi ekonomi, stabilitas politik, dan kebijakan pemerintah.
Contoh gambar dari penghargaan atau pandangan budaya atas bumi terdapat pada gambar 1.1.
Gambar 1.1 Laut Selatan di Jawa yang masih dilestarikan
2.      Konsep regional
Suatu wilayah dipandang memiliki homogenitas dalam hal bentuk bentang alamnya (landscape) dan corak kehidupannya (mata pencarian, mentalitas penduduk). Misalnya daerah Wonogiri selatan sebagai daerah kapur (karst). Kondisi di sana dapat mudah digeneralisasikan: tanah tandus, penduduk miskin, gizi jelek, pola migrasi kuat, dan pekerja keras yang bersemangat.
Contoh gambar dari konsep regional terdapat pada gambar 1.2.Hasil gambar untuk gambar kondisi kemiskinan gizi buruk
Gambar 1.2 Penduduk miskin


3.      Pertalian wilayah
Hubungan antarunsur alam dalam suatu wilayah menghasilkan suatu proses yang memberi ciri khusus kepada wilayah yang bersangkutan. Misalnya di daerah kabupaten Boyolali, kombinasi yang menguntungkan antara keadaan curah hujan, suhu, vegetasinya, jenis tanah, dan topografi menjadikan wilayah ini sebagai penghasil susu dan daging ternak baik dari sapi maupun kambing.
Contoh gambar pertalian wilayah terdapat pada gambar 1.3.
Hasil gambar untuk gambar ciri khusus wilayah kabupaten boyolali
Gambar 1.3 Ciri khas kabupaten Boyolali sebagai penghasil susu dan daging sapi
4.      Interaksi keruangan
Kekhususan suatu wilayah misalnya dalam hal hasil dapat mendorong berbagai bentuk kerja sama dan saling tukar jasa dengan wilayah lain. Jadi, perbedaan wilayah mendorong interaksi yang berupa pertukaran manusianya (migrasi), barangnya (perniagaan), dan budayanya. Sehubungan itu lokasi yang sentral membawa banyak kemajuan, sebaliknya lokasi yang menyendiri mengakibatkan keterpencilan dan kemunduran.
Contoh gambar interaksi keruangan terdapat pada gambar 1.4.
Hasil gambar untuk migrasi antar daerah
Gambar 1.4 migrasi penduduk

5.      Lokalisasi
Lokalisasi berarti pemusatan kegiatan pada wilayah yang terbatas. Pemusatan ini dapat meningkatkan fungsi suatu wilayah. Contohnya Kota Yogyakarta yang berfungsi sebagai kota budaya, sekaligus kota pelajar atau kota pendidikan.
Contoh gambar lokalisasi terdapat pada gambar 1.5.
Hasil gambar untuk kota yogyakarta sebagai kota budaya
Gambar 1.5 Budaya di kota Yogyakarta

6.      Pentingnya skala
Studi geografi dapat bersifat mikroskopis (meliputi wilayah yang sempit), dapat pula bersifat makroskopis (mencakup wilayah yang luas). Skala wilayah mencerminkan cakupan luas wilayah studi yang dapat dibagi menjadi 3, yakni skala mikro, mezzo, dan makro. Misalnya kota Medan adalah cakupan wilayah mikroskopis, sedangkan pulau Sumatera adalah cakupan wilayah makroskopis.
Contoh gambar pentingnya skala terdapat pada gambar 1.6.
Gambar 1.6 Kota Medan adalah cakupan wilayah mikroskopis

7.      Konsep perubahan
Kajian geografis di suatu tempat atau wilayah berlaku untuk periode waktu tertentu. Kondisi yang ada pada suatu periode tertentu merupakan hasil dari proses yang berjalan lama melalui berbagai perubahan. Geografi selalu memperhatikan berbagai perubahan yang terjadi sejalan dengan berjalannya waktu. Misalnya gunung Toba yang meletus menghasilkan danau Toba dan pulau Samosir.
Contoh gambar konsep perubahan terdapat pada gambar 1.7.
Gambar 1.7 danau Toba dan pulau Samosir
2.    Konsep Esensial Geografi
1.      Konsep Lokasi
Lokasi adalah letak atau tempat dimana fenomena geografi terjadi. Konsep lokasi dibagi menjadi dua, yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif.
·         Lokasi absolut, adalah letak atau tempat yang dilihat dari garis lintang dan garis bujur (garis astronomis). Lokasi absolut keadaannya tetap dan tidak dapat berpindah letaknya karena berpedoman pada garis astronomis bumi.
Contoh lokasi absolut, yaitu Indonesia terletak diantara 6ºLU - 11ºLS dan 95ºBT - 141ºBT.
·         Lokasi relatif, adalah letak atau tempat yang dilihat dari daerah lain disekitarnya. Lokasi relative dapat berganti-ganti sesuai dengan objek yang ada disekitarnya.
Contoh lokasi relatif, yaitu Indonesia terletak diantara dua benua dan dua samudera. Lokasi Indonesia menurut lokasi relatifnya yaitu terletak diantara dua benua, yaitu Asia dan Australia, serta terletak diantara dua samudera yaitu Hindia dan Pasifik. Lokasi relatif ini dapat berubah-ubah sesuai dengan sudut pandang penggunanya karena lokasi relatif digambarkan melalui objek-objek yang dinamai oleh manusia, contohnya nama benua, samudera, pulau, laut, dan sebagainya.
Contoh gambar dari konsep lokasi terdapat pada gambar 1.8.
Gambar 1.8.1 Contoh gambar lokasi absolut
Gambar 1.8.2 Contoh gambar lokasi relatif
Gambar 1.8.1 Letak Astronomis Indonesia

Gambar 1.8.2 Indonesia terletak diantara dua benua dan dua semudera

2.      Konsep jarak
Jarak adalah ruang atau sela yang menghubungkan antara dua lokasi atau dua objek dan dihitung melalui hitungan panjang maupun waktu. Konsep jarak memiliki peran penting dalam kehidupan sosial, ekonomi dan politik. Konsep jarak dibagi menjadi dua, yaitu jarak mutlak dan jarak relatif.
·         Jarak mutlak, adalah ruang atau sela anatara dua lokasi yang digambarkan melalui ukuran panjang dalam satuan ukuran meter, kilometer, dan sebagainya. Jarak mutlak merupakan jarak yang tetap dan tidak berubah-ubah.
Contoh : jarak antara Lubuk Pakam ke Medan adalah 39,3 km.
·         Jarak relatif, adalah ruang atau sela antara dua lokasi yang dinyatakan dalam lamanya perjalanan atau waktu.
Contoh : jarak antara Lubuk Pakam ke Medan dapat ditempuh dalam waktu 1.5 jam melewati
Contoh gambar dari konsep jarak terdapat pada gambar 1.9.
Gambar 1.9 Jarak dari kota Medan ke kota Lubuk pakam

3.      Konsep keterjangkauan
Keterjangkauan adalah jarak yang mampu dicapai dengan maksimum dari satu wilayah ke wilayah lain. Keterjangkauan tidak hanya tergantung pada jarak tetapi juga tergantung pada sarana dan prasarana penunjang. Konsep ini berkaitan dengan kondisi medan ataupun ada tidaknya sarana angkutan atau komunikasi yang bisa dipakai. Konsep keterjangkauan terkait dengan kemudahan untuk dijangkau.
Contoh konsep keterjangkauan, yaitu :
– Bantuan bencana sulit mencapai lokasi karena medan yang berat
– Kepulauan Seribu hanya dapat dijtempuh dengan kapal dari pelabuhan Muara Angke
Contoh gambar dari konsep keterjangkauan terdapat pada gambar 1.10.
Gambar 1.10 bantuan bencana sulit mencapai lokasi karena medan yang berat

4.      Konsep morfologi
Morfologi adalah konsep yang menjelaskan mengenai struktur luar dari batu-batuan yang menyusun bentuk morfologi permukaan bumi (pantai, dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, lembah, dan sebagainya). Morfologi bisa menggambarkan perwujudan kenampakan daratan muka bumi sebagai hasil pengangkatan ataupun penurunan wilayah dan erosi sebagai hasil kerja tenaga endogen ataupun eksogen.
Contoh konsep morfologi, yaitu :
-          Jakarta merupakan dataran rendah, Bandung dataran tinggi
-          Perjalanan Jakarta ke Bandung melewati daerah yang bergelombang (perbukitan).
-          Daerah selatan D.I. Yogyakarta merupakan daerah perbukitan kapur (karst).


Contoh gambar dari konsep morfologi terdapat pada gambar 1.11.
Gambar 1.11 Pegunungan kapur di selatan D.I. Yogyakarta

5.      Konsep Aglomerasi
Aglomerasi adalah kecenderungan persebaran yang bersifat mengelompok pada suatu wilayah yang relatif sempit. Bentuk persebaran ini paling menguntungkan sebab kesejenisan gejala ataupun adanya faktor-faktor umum yang menguntungkan. Aglomerasi adalah adanya suatu fenomena yang mengelompok menjadi satu bentuk atau struktur.
Contoh konsep aglomerasi yaitu:
– Pasar Senen, pasar minggu, pasar rebo merupakan pengelompokan tempat berjualan berdasarkan hari pasaran.
– Kegiatan industri terpusat di kawasan Jababeka, Pulogebang, atau Tangerang.
– pemusatan industri di Kawasan Industri Medan (KIM)
Contoh gambar dari konsep aglomerasi terdapat pada gambar 1.12.
Gambar 1.12 Kawasan Industri Medan (KIM)


6.      Konsep pola
Pola adalah bentuk, struktur, dan persebaran fenomena atau kejadian di permukaan bumi baik gejala alam maupun gejala sosial. Geografi mempelajari pola-pola bentuk dan juga persebaran fenomena, memahami makna atau artian, serta berupaya untuk memanfaatkannya.
Contoh konsep pola yaitu:     
– Pemukiman memanjang di sepanjang jalan raya pantura Jawa
– Pemukiman di kota besar seperti Jakarta dibangun berhimpitan
– Aliran air sungai yang berbentuk sudut siku-siku adalah aliran sungai rectangular.
Contoh gambar dari konsep pola terdapat pada gambar 1.13.
Gambar 1.13 Pemukiman memanjang disepanjang rel kereta api

7.      Konsep nilai kegunaan
Nilai kegunaan adalah konsep yang berkaitan dengan nilai guna suatu wilayah yang dapat dikembangkan menjadi potensi yang menunjang perkembangan suatu wilayah.
Nilai kegunaan fenomena di muka bumi bersifat relatif, tak sama bagi semua orang atau pun golongan penduduk tertentu.
Contoh konsep nilai kegunaan yaitu:
– Kawasan perbukitan kapur (kars) seperti di Wonosari, Gunung Kidul memiliki banyak goa dan sumber mata air bawah tanah yang cocok untuk dijadikan objek wisata alam.
– Pulau Madura yang panas dan tanah yang tidak subur tidak cocok sebagai laha pertanian, tetapi dari lokasi geografisnya banyak dijadikan sebagai kawasan tambak garam.
Contoh gambar dari konsep nilai kegunaan terdapat pada gambar 1.14.
   Gambar 1.14 Objek wisata gunung Kidul

8.      Konsep diferensiasi area
Setiap tempat ataupun wilayah terwujud sebagai hasil integrasi berbagai unsur atau fenomena lingkungan, baik yang bersifat alam maupun kehidupan. Integrasi fenomena menjadikan sebuah tempat atau wilayah mempunyai corak unik dan tersendiri sebagai suatu region yang berbeda dari tempat atau wilayah yang lain.
Diferensiasi area adalah konsep yang membandingkan dua wilayah untuk menunjukkan adanya perbedaan antara satu wilayah dengan wilayah lain karena tiap-tiap wilayah memiliki karakteristik khas masing-masing.
Contoh konsep Diferensiasi area yaitu:
– Di dearah pantai penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan, sedangkan di pegunungan penduduk bermata pencaharian sebagai petani.
– Pakaian dari bahan katun cocok digunakan di daerah panas seperti Jakarta, sedangkan pakaian dari bahan woll cocok di gunakan di daerah dingin.
– Bentuk rumah penduduk asli Sulawesi berbentuk panggung, sedangkan bentuk rumah penduduk asli Jawa tidak berbentuk panggung.





Contoh gambar dari konsep diferensiasi area terdapat pada gambar 1.15.
 
Gambar 1.15 Perbedaan mata pencaharian penduduk
9.      Konsep interaksi/interdependensi
Interaksi adalah peristiwa saling memengaruhi daya, objek, atau tempat satu dengan yang lain. Setiap tempat mengembangkan potensi sumber dan kebutuhan yang tidak selalu sama dengan yang ada di tempat yang lain. Oleh karena itu, selalu terjadi interaksi bahkan  interdependensi antara tempat yang satu dengan tempat ataupun wilayah yang lain.
Interaksi/Interdependensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya.
Contoh konsep Interaksi/interdependensi yaitu :
– Desa sebagai pemasok tenaga kerja dan kota sebagai pemasok bahan produksi untuk desa.
– Tanaman bawang tumbuh subur di Brebes diangkut ke Jakarta untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kota.
Contoh gambar dari konsep interaksi/interdependensi terdapat pada gambar 1.16.
Gambar 1.16 Tanaman kol yang di panen di desa akan dibawa/dipasarkan ke kota



10.  Konsep keterkaitan keruangan
Keterkaitan keruangan atau asosiasi keruangan menunjukkan derajat keterkaitan persebaran sebuah fenomena dengan fenomena yang lain di satu tempat atau ruang. Keterkaitan ini menyangkut fenomena alam, tumbuhan, dan juga kehidupan sosial.
Keterkaitan keruangan adalah konsep yang menunjukkan tingkat keterkaitan antar wilayah dan mendorong terjadinya interaksi sebab-akibat antarwilayah.
Contoh konsep keterkaitan ruang yaitu:
– Lalu-lintas di Jakarta selalu macet karena adanya mobilitas penglaju (pekerja) yang rumahnya di pinggiran Jakarta (Bodetabek) tetapi bekerja di Jakarta.
– Kabut asap yang melanda Singapura adalah hasil dari pembakaran lahan di Riau, Palembang, dan sekitarnya yang terbawa angin.
– Gaya bicaya Pak Ruhut asal Medan lebih tegas, keras.
Contoh gambar dari konsep keterkaitan keruangan terdapat pada gambar 1.17.
Gambar 1.17 Kemacetan akibat mobilitas penglaju

Komentar

  1. Terima kasih buat ilmunya mbak, sukses selalu ya!!

    BalasHapus
  2. Geografi sekarang Dewi?
    Sukses selalu ya wik

    BalasHapus
  3. Makasii buat informasi nya ka, sukses terus

    BalasHapus
  4. Informasinya sangat membantu. Terimakasih dewi.
    Sukses selalu untuk kedepannya dewi

    BalasHapus
  5. Wah terimakasih ilmunya ya kak, akhirnya tugas saya bisa selesai tepat waktu. Pr saya tadi numpuk kak, karna liat blog ini Alhamdulillah sudah beres. Terimakasih kak dewi. Sukses selalu

    BalasHapus
  6. Semangat ya dewi, uda bagus isi informasi pembahasannya.jadi inget belajar di sma,hehehehhh...

    BalasHapus
  7. Semangat ya dewi, uda bagus isi informasi pembahasannya.jadi inget belajar di sma,hehehehhh...

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah isinya sangat bagus, semangat terus untuk pembahasan selanjutnya ��

    BalasHapus
  9. Mkasih dewi buat infonya, sukses selalu😍

    BalasHapus
  10. Informasi yang bermanfaat, semoga kedepannya bisa mengembangkan tulisan yang lebih bagus lagi ya dek😁

    BalasHapus
  11. Sangat menambah wawasan dewi.. Semangat terus 😊

    BalasHapus
  12. Makasih untuk informasinya kak, sangat menambah wawasan

    BalasHapus
  13. Blog ini sangat bagus, penjelasannya menarik dan mudah sekali ditangkap . Infonya ter update dan mengedukasi . Semangat terus dewii

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Pantai Kabupaten Serdang Bedagai